11 September 2011

Keutamaan Sholawat dan Salam Untuk Nabi sollallohu ‘alaihi wa sallam


Dari Umar -Radhiyallahu ‘Anhu berkata: “Saya telah mendengar Rasulullah sollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:
((إذَا سَمِعْتُمُ المُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ وَصَلُّوا عَلَيَّ فَإنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ مَرَّةً وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرًا ثُمَّ سَلُوا لِي الوَسِيلَةَ فَإنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِي الجَنَّةِ لاَ تَنْبَغِي إلاَّ لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللهِ وَأرْجُو أنْ أكُونَ هُوَ فَمَنْ سَأَلَ لِي الوَسِيلَةَ حَلَّتْ عَلَيْهِ الشَّفَاعَةُ))
“Jika kalian mendengar orang yang adzan maka ucapkanlah seperti apa yang ia ucapkan dan bersholawatlah untukku karena barangsiapa yang bersholawat untukku sekali maka Allah akan bersholawat untuknya sepuluh kali, kemudian  mintalah wasilah (kedudukan mulia di surga) untukku, karena ia adalah suatu kedudukan di surga yang tidak pantas diberikan kecuali kepada seorang hamba dari hamba-hamba Allah dan semoga akulah hamba itu, maka barangsiapa yang memohon untukku wasilah maka  ia berhak mendapatkan syafa’at.”                  [H.R. Muslim]
Rasulullah sollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Saat-Saat Yang Disunnahkan dan Dianjurkan Membaca Sholawat dan Salam Untuk Nabi sollallohu ‘alaihi wa sallam



1. Sebelum berdoa:
Fadhalah bin ‘Abid berkata: “Rasulullah sollallohu ‘alaihi wa sallam mendengar seorang laki-laki berdoa dalam sholatnya, tetapi tidak bersholawat untuk nabi sollallohu ‘alaihi wa sallam, maka beliau bersabda: “Orang ini tergesa-gesa” Lalu beliau memanggil orang tersebut dan bersabda kepadanya dan kepada yang lainnya:
((إذَا صَلَّى أحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَحْمِيدِ اللهِ وَالثَّنَاءِ عَلَيهِ ، ثُمَّ يُصَلِّي عَلَى النَّبِيِّ ، ثُمَّ لِيَدْعُ بَعْدُ بِمَا شَاءَ))
“Bila salah seorang di antara kalian sholat (berdoa) maka hendaklah ia memulainya dengan pujian dan sanjungan kepada Allah lalu bersholawat untuk nabi, kemudian berdoa setelah itu dengan apa saja yang ia inginkan.”                      [H.R. Abu Daud, Tirmidzi, Ahmad dan Hakim]
Dalam salah satu hadits disebutkan:

Keutamaan Bershalawat untuk Nabi SAW


Pengertian Sholawat dan Salam atas nabi sollallohu ‘alaihi wa sallam:

Allah subhaanhu wa ta’aala berfirman:
} إنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا {
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”                     (Q.S. Al-Ahzab: 56)
Ibnu Katsir-Rahimahullah- berkata: “Maksud ayat ini adalah bahwa Allah subhaanhu wa ta’aala mengabarkan kepada hamba-hamba-Nya tentang kedudukan hamba dan nabi-Nya (Muhammad) di sisi-Nya di langit di mana malaikat-malaikat bersholawat untuknya, lalu Allah subhaanhu wa ta’aala memerintahkan makhluk-makhluk yang ada di bumi untuk bersholawat dan salam untuknya, agar pujian tersebut berkumpul untuknya dari seluruh alam baik yang ada di atas maupun yang ada di bawah.”

Amalan-Amalan Berpahala Seperti Shalat Malam (bagian 4)

9. “Ribât” (Menjaga perbatasan) di jalan Allah -azzawajalla- siang dan malam.

Diriwayatkan oleh Salman al-Farisi -radiallahu'anhu-, katanya, “Aku mendengar Rasulullah -shalallahu alaihi wasallam- bersabda,
[ رباط يوم وليلة خير من صيام شهر وقيامه  وإن مات جرى عليه عمله الذي كان يعمله  وأُجري عليه رزقه  وأمِنَ الفتَّان ] رواه الإمام البخاري (2892) ، ومسلم واللفظ له (1913) ، والنسائي (3168).
“Menjaga perbatasan sehari semalam pahalanya lebih baik dari puasa dan qiyamul lail sebulan penuh. Jika meninggal (dalam tugasnya) mengalir kepadanya amalan yang selalu dia kerjakan dan diberikan kepadanya rezekinya dan aman dari “al-fattan” (pertanyaan-pertanyaan akhirat).” [1]

Amalan-Amalan Berpahala Seperti Shalat Malam (bagian 3)


6. Akhlak yang baik.

‘Aisyah -radiallahu'anha- berkata,
"Aku mendengar Rasulullah -shalallahu alaihi wasallam- bersabda,
[ إِنَّ الْمُؤْمِنَ لَيُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَاتِ قَائِمِ اللَّيْلِ صَائِمِ النَّهَارِ] رواه الإمام مالك (1675) ، وأحمد واللفظ له –الفتح الرباني- (19/76) ، وأبو داود (4798) ، وابن حبان (480) ، والحاكم (199) ، وصححه الألباني في صحيح الجامع (1620) .
“Sesungguhnya seorang mukmin dengan akhlaknya yang baik akan mencapai derajat orang yang senantiasa shalat di malam hari dan puasa di siang hari.” [1]
Abu Thayib Muhammad Syamsuddin Âbadi -rahimahullah- berkata,
"Orang yang berakhlak baik diberi keutamaan agung ini karena, orang yang berpuasa dan shalat malam melawan keinginan dirinya yang berat melakukannya, sedangkan orang yang mempergauli manusia dengan akhlak yang baik dengan keragaman tabiat dan akhlak mereka seperti melawan banyak jiwa, sehingga mendapatkan apa yang didapatkan oleh orang  yang senantiasa berpuasa dan shalat malam. Menjadi samalah derajatnya bahkan mungkin lebih.[2]

Amalan-Amalan Berpahala Seperti Shalat Malam (bagian 2)


3. Melaksanakan shalat tarawih bersama imam sampai selesai.
Abu Dzar al-Ghifari -radiallahu'anhu- berkata,
"Kami berpuasa bersama Rasulullah -shalallahu alaihi wasallam- pada bulan Ramadhan. Beliau tidak shalat malam bersama kami hingga tersisa tujuh hari. Waktu itu beliau shalat bersama kami sampai sepertiga malam. Pada sisa hari yang ke enam beliau tidak shalat bersama kami. Pada sisa hari yang ke lima beliau shalat bersama kami sampai tengah malam. Aku pun bertanya,
“Wahai Rasulullah, sudilah kiranya mengimami kami shalat semalam penuh!”
Rasul bersabda:
[ إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا صَلَّى مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ حُسِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ] رواه الإمام أحمد –الفتح الرباني- (5/11) ، وأبو داود واللفظ له (1375) ، والترمذي (806) ، والنسائي (1364) ، وابن ماجه (1327) ، وصححه الألباني في صحيح الجامع (1615) .
'Sesungguhnya seorang yang shalat (tarawih) bersama imam sampai selesai dicatat baginya pahala shalat semalam suntuk.” [1]

Amalan-Amalan Berpahala Seperti Shalat Malam[1] (bagian 1)


Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Salawat dan salam senantiasa tercurah kepada penutup para nabi dan rasul, nabi kita  Muhammad -shalallahu alaihi wasallam-, kepada keluarganya serta seluruh sahabatnya.
Adapun selanjutnya:
"Qiyamul lail" (shalat malam) mempunyai kedudukan yang agung di sisi Allah -azzawajalla-. Ia adalah shalat yang paling utama setelah shalat "fardu" (wajib). Keistimewaannya tidak hanya menghapus dosa, tetapi juga mencegah pengamalnya terjatuh ke dalam dosa. Ini sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Umamah al-Bahili -radiallahu'anhu- dari Rasulullah -shalallahu alaihi wasallam- bahwa beliau bersabda,
[عليكم بقيام الليل، فإنه دأب الصالحين قبلكم، وقربة إلى ربكم، ومكفرة للسيئات، ومنهاة للإثم] رواه الترمذي وابن خزيمة والحاكم وصححه الألباني
“Hendaklah kalian melaksanakan shalat malam, karena shalat malam adalah kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian, pendekat kepada Tuhan kalian, penghapus kejelekan dan pencegah berbuatan dosa.”[2]
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...