19 Februari 2012

Jenis-Jenis Pengangguran


Pengangguran (unemployment) adalah masalah makro ekonomi yang memengaruhi  manusia secara langsung dan menyebabkan  penurunan standar kehidupan dan tekanan psikologis atau semua orang dalam referensi waktu tertentu yang:
1)    tidak bekerja, baik dalam arti mendapatkan upah atau bekerja mandiri;
2)    saat ini siap untuk bekerja (available for work);
3)    mencari pekerjaan, dalam arti memiliki kegiatan aktif dalam mencari kerja tersebut.
Adapun pencari kerja adalah seseorang yang tidak bekerja dan sedang mencari pekerjaan, dan belum tentu siap untuk bekerja.
Jadi, pengangguran dapat diartikan sebagai penduduk  yang tidak bekerja tetapi sedang mencari pekerjaan atau sedang mempersiapkan suatu usaha baru, atau penduduk yang tidak mencari  pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan (discouraged workers) atau penduduk yang tidak mencari pekerjaan karena sudah diterima bekerja atau memiliki pekerjaan tetapi belum mulai bekerja.

Jenis-jenis Pengangguran sbb:


a.   Pengangguran Friksional
Pengangguran ini bersifat sementara, biasanya terjadi karena adanya kesenjangan antara pencari kerja dan lowongan kerja. Kesenjangan  ini dapat berupa kesenjangan waktu, informasi, maupun jarak. Pengangguran friksional  bukanlah  wujusebagai akibat dari ketidakmampuan memperoleh pekerjaan, melainkan sebagai akibat dari keinginan untuk mencari kerja yang lebih baik. Di dalam proses mencari kerja yang lebih baik adakalanya mereka harus menganggur. Akan tetapi, pengangguran ini tidak serius karena bersifat sementara.
b.   Pengangguran Konjungtural/Siklikal
Pengangguran siklikal terjadi karena adanya pengurangan pekerjaan sebagai akibat fluktuasi berkala dalam tingkat kegiatan perekonomian. Pengangguran  bersiklus dikaitkan  penurunan  dalakeseluruhan kegiatan ekonomi  dan karenanya dapat dikurangi  dengan pemulihan yang berkelanjutan dari resesi.
Pengangguran ini terjadi dikarenakan suatu kondisi pasang surutnya produksi atau karena adanya perubahan konjungtur (turunnya permintaan efektif terhadap barang dan jasa dalam masyarakat akan menurunkan produksi  sehingga mengakibatkan pengurangaburuh).Contohnya, seseorang menjadmenganggur karena di-PHK dari perusahaannya disebabkan karena kondisi ekonomi yang tidak stabil (inflasi).
c.    Pengangguran Musiman
Pengangguran musiman adalah jenis pengangguran yang terjadi secara berkala, misalnya pengangguran pada saat selang waktu antara musim tanam dan musim panen. Di sektor pertanian pekerjaan yang paling padat adalah pada musim tanam dan musim panen sehingga saat selang waktu antara musim tanam dan panen banyak terjadi pengangguran.
d.    Pengangguran Struktural
Pengangguran struktural disebabkan oleh perubahan di dalam struktur ekonomi yang berasal dari faktor tertentu seperti perubahan teknologi atau relokasi industri atau oleh perubahan dalam komposisi angkatan kerja.
Pengangguran struktural terjadi ketika ada ketidakseimbangan antara lowongapekerjaan dan pekerja yang menganggur karena penganggur tersebut tidak memiliki  kemampuan  yang tepat atau tidak tinggal di tempat yang tepat untuk mengisi lowongan pekerjaan. Misalnya, tenaga kerja yang dibutuhkauntuk industri kimia menuntut persyaratan yang relatif berat, yaitu pendidikan minimal sarjana muda (Program D3), mampu menggunakan komputer dan menguasai minimal bahasa Inggris.
e.   Pengangguran Teknologi
Pengangguran teknologi dapat terjadi ketika mesin menggantikan manusiaContohnya, pada pembangunan  jalan raya. Mesin-mesin berat dapat digunakan untuk memudahkan pekerjaan pembuatan jalan raya. Penggunaan  mesin berat akan mengurangi tenaga manusia yang diperlukan dalam kegiatan membangun jalan raya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Jadwal Siaran Bola