25 Februari 2012
Prediksi Soal UN Ekonomi / Akuntansi [Lanjutan]
19 Februari 2012
Usaha-Usaha Mengatasi Pengangguran
John Maynard Keynes mengemukakan bahwa pengangguran tidak dapat dihapuskan,
tetapi hanya dapat dikurangi. Adapun langkah
yang harus ditempuh pemerintah untuk menurunkan tingkat pengangguran,
di antaranya sebagai
berikut.
a. Menyusun
rencana pembangunan yang diarahkan pada kegiatan
untuk mengurangi ketimpangan
pertumbuhan
dan pembangunan
ekonomi.
b. Merumuskan kebijakan
di bidang penanaman modal,
perizinan usaha, perpajakan, moneter, dan perdagangan.
c. Menyusun
program dan proyek perluasan kesempatan kerja.
d. Mendorong terbuka kesempatan
usaha-usaha informal.
Dampak Pengangguran
Dilihat dari segi ekonomi, pengangguran memiliki dampak sebagai
berikut.
a. Pengangguran secara tidak langsung
berkaitan dengan
pendapatan nasional. Tingginya jumlah pengangguran
akan menyebabkan turunnya
produk domestik
bruto (PDB) sehingga pendapatan nasional pun akan mengalami
penurunan.
b. Pengangguran akan menghambat investasi, karena jumlah tabungan masyarakat ikut menurun.
c. Pengangguran akan menimbulkan menurunnya daya beli masyarakat sehingga akan mengakibatkan kelesuan dalam berusaha.
Ditinjau dari segi sosial, pengangguran dapat menimbulkan dampak yang tidak kecil di antaranya:
Jenis-Jenis Pengangguran
Pengangguran (unemployment) adalah masalah
makro ekonomi
yang memengaruhi manusia secara langsung dan menyebabkan penurunan standar kehidupan dan tekanan psikologis atau semua orang dalam referensi waktu tertentu yang:
1) tidak bekerja,
baik dalam arti mendapatkan upah atau bekerja mandiri;
2) saat ini siap untuk bekerja (available
for work);
3) mencari pekerjaan, dalam arti memiliki
kegiatan aktif dalam mencari kerja tersebut.
Adapun pencari kerja adalah seseorang
yang tidak bekerja dan sedang mencari pekerjaan, dan belum tentu siap
untuk bekerja.
Jadi, pengangguran dapat diartikan sebagai
penduduk yang tidak bekerja tetapi sedang mencari
pekerjaan atau sedang mempersiapkan
suatu usaha baru, atau penduduk yang tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan (discouraged workers) atau penduduk yang tidak mencari
pekerjaan karena sudah
diterima bekerja atau memiliki pekerjaan tetapi belum mulai
bekerja.
Jenis-jenis Pengangguran sbb:
16 Februari 2012
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Perbedaan antara teori yang satu dan yang lain terletak pada perbedaan fokus pembahasan dan atau asumsi-asumsi yang digunakan.
a. Teori Jumlah Penduduk Optimal
Teori ini dikembangkan oleh kaum klasik. Menurut teori tersebut,
berlakunya the law of diminishing returns menyebabkan
tidak semua penduduk
dapat dilibatkan dalam proses produksi. Jika dipaksakan, akan menurunkan
tingkat output
perekonomian. Agar penambahan tenaga kerja dapat meningkatkan output, yang harus dilakukan
adalah investasi barang modal dan sumber
daya manusia yang menunda terjadinya gejala the law of diminishing returns.
Faktor-Faktor Penentu Pertumbuhan Ekonomi
Faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan
ekonomi adalah sebagai berikut.
a. Barang Modal
Agar ekonomi mengalami pertumbuhan, stok barang modal harus ditambah melalui investasi. Pertumbuhan ekonomi baru dimungkinkan jika investasi neto lebih besar dari nol. Sebab jika sama dengan nol, perekonomian hanya dapat berproduksi pada tingkat sebelumnya.
Permasalahan Pembangunan Ekonomi
Untuk menjaga kesinambungan pembangunan perekonomian,
Bappenas
telah mengambil inisiatif dengan membuat RKP (Rencana Kerja Pemerintah) yang dijabarkan kedalam RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah)
dan RPJP (Rencana
Pembangunan Jangka Panjang) sebagai pengganti REPELITA pada masa pemerintahan Orde Baru.
Dalam Peraturan
Presiden No. 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Tahun 2004–2009, dikatakan bahwa tujuan pembangunan ekonomi Indonesia adalah terwujudnya perekonomian yang maju, mandiri,
dan mampu
secara nyata memperluas peningkatan kesejahteraan masyarakat berlandaskan pada prinsip-prinsip ekonomi yang menjunjung persaingan sehat dan keadilan, serta berperan aktif dalam perekonomian
global dan regional dengan
bertumpu pada kemampuan serta potensi
bangsa.
Langganan:
Komentar (Atom)